Blog

MEMAHAMI SEJARAH

Bangsa yang besar akan selalu memperhatikan bahwa sesungguhnya dia lahir dari perjalanan peristiwa-peristiwa yang dilaluinya. Sebuah peradaban adalah pengembangan secara bertahap dari interaksi orang atau masyarakat dengan lingkungan dan kejadian-kejadian yang dialaminya. Bangsa-bangsa besar seperti Jepang dan negara lain di Eropa memperhatikan betul sejarah yang pernah dilaluinya dengan pelestarian peninggalan sejarah atau dengan melahirkan tulisan yang berhubungan dengan sejarah bangsanya.

Ambil contoh Bangsa Jepang, kita cukup memahami sejarah kebudayaan Jepang dari situs dan budaya yang dipelihara bukan hanya pada lembar-lembar buku pelajaran tapi juga dari kebiasaan dan nilai yang sengaja dipelihara. Nampaknya Jepang berhasil menjadi negara yang mampu mendampingkan kemajuan dengan pemeliharaan segala pernik masa lalu yang menunjukkan kebesarannya. Bukankah semua kebudayaan Jepang dari mulai merangkai bunga sampai pembuatan pedang ada nama untuk seni pembuatannya?

Tidak terhitung pula buku-buku yang ditulis baik sejarah maupun novel berlatar kehidupan lampau masa Samurai atau penguasa-penguasa yang silih berganti. Karya-karya itu telah membentuk Jepang menjadi bangsa berbudaya. Terlepas dari catatan buru yang juga ditorehkannya seperti masalah penjajahan dan bunuh diri, Jepang termasuk Bangsa yang berhasil mempertahankan keasliannya. Ketika Bangsa Korea ingin membangun kebesaran negaranya, tidak lupa mereka juga berupaya menggali dari nilai-nilai masa lalunya. Budaya pop yang ditawarkan Korea telah menjadi wabah yang menyerang seluruh lapisan masyarakat muda terutama di Asia. Keadaan ini dimanfaatkan Korea untuk juga memperkenalkan budaya masa lalunya yang besar.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dengan budaya bangsa kita? Adalah sebuah kelemahan yang fatal apabila kita menjadi bangsa yang hanya menerima kebudayaan bangsa lain dengan sangat terbuka tanpa penyaringan. Dengan sejarah yang berbeda dan latar budaya yang juga sangat jauh berbeda tentu saja budaya asing tidak serta merta menjadi compatible dengan masyarakat kita. Bangsa Indonesia yang terbangun dari suku yang berbeda-beda harus mampu menggali sejarah budaya bangsanya. Orang Sunda harus mampu menggali keluhuran budaya Sunda dan warisan kerajaan Pakuan dan mengambil nilai-nilainya untuk mewarnai kehidupan masyarakat bersuku Sunda. Tentu saja dengan meninggalkan hal-hal yang berbau musyrik jika dipadukan dengan ajaran Islam yang telah dianut menjadi pokok aqidah masyarakat Sunda. Kebesaran kerajaan-kerajaan Majapahit, Sriwijaya dan lain-lain juga harus terus digali dan ditelaah.

Dengan basis yang jelas maka kita bisa berharap bangsa ini menjadi bangsa yang besar diatas kaki sejarahnya sendiri. Ada ketersambungan antara nilai yang dipelihara dari masa ke masa, bukan bangsa yang kehilangan masa lalu, dan mengais-ngais sampah-sampah sejarah dari Bangsa lain yang sempat menjajahnya. Darisanalah kurikulum pendidikan dibangun. Insya Allah Bangsa Indonesia akan menemukan kembali jatidirinya yang besar. Allohu a’lam. [des2017]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *