Hari-hariku

Palindrome 1441

Maghrib ini, 31 Agustus 2019 kita masuk di tahun baru Islam 1 Muharram 1441 H. Palindrome, dibaca dari depan maupun belakang sama aja 1441. Itulah kenyataan uniknya, apalagi yang beda? Makin banyak yang bikin flyer digital ucapan selamat di medsos. Aku juga ikutan dong. 🙂

Selamat Tahun Baru

1441 tahun sejak hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah untuk menyelamatkan agamanya karena tekanan yang sangat keras dari Bangsa Quraisy yang merasa terganggu oleh dakwahnya Muhammad saw. Tahun baru ini menjadi tonggak evaluasi bagi kita, kaum muslimin tentang apa yang sudah kita persembahkan untuk Islam. Sampai sejauhmana peradaban ini telah menuju ke arah yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw. Islam terhina di segala penjurunya. Di seluruh pelosok negerinya baik di Indonesia, Palestina, Mesir, Eropa dan di seantero negeri. Mungkin hanya Turki yang menunjukkan kondisi agak lumayan dengan posisi yag cukup mentereng. Itupun berada dalam kondisi terancam. Ancaman kudeta dari pihak oposisi dan militer.

Jika kita diberi kesempatan untuk bertemu dengan Nabi lalu kita ditanya oleh Rasulullah saw apa yang telah kalian lakukan dengan agama ini dan umatnya? Maka jawaban apa yang bisa kita berikan? Umat Islam berada dalam kehinaan, menjadi bangsa yang ditindas dimana-mana. Rohingya, Palestina berada dalam tekanan. Tanpa kita bisa mengulurkan tangan untuk membelanya. Berada dalam kondisi kemiskinan yang mencekik. Diombang ambing kapitalisme negara yang dipertontonkan Cina dan Amerika. Kita yang kaya sumber daya hanya bisa jadi kacung. Berada pada lembah kelemahan baik kekuasaan, ekonomi, maupun kekuatan.

Umat Islam hari ini, terutama para pemimpinnya, harus melepaskan ego masing-masing dan kembali menyatukan pikiran tentang agenda prioritas apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu? Memberikan pendidikan yang merata pada semua lapisan masyarakat. Umat harus dididik dengan baik agar meyadari ketertinggalannya dan bergegas untuk bergerak menyongsong kemenangan dan kejayaan.

Nah, yang penting adalah bagaimana tindakan lokal kita. Perhatikan sekeliling kita. Ulurkan tangan untuk membela yang lemah. Pelihara anak yatim, beri makan orang yang miskin. Mari mulai dari yang kecil. Mulai dari sekarang. Semoga, masa depan umat ini menjadi lebih indah. Setuju?

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close