Hari-hariku

1 Hari 6 Kali..

Pagi ini, tiga atau empat orang bertemu pada satu titik pertemuan. Pak Jamal seorang pensiunan dini PT Pindad yang sekarang menekuni dunia pertanian. Menanam pohon albasiyah di Lampung (daerah asalnya) dan di Subang menanam pohon buah-buahan. Di Bandung sendiri, di halaman rumahnya di daerah Cibangkong menanam beberapa tanaman buah dan beternak ayam pelung. Dengan istri yang berprofesi sebagai bidan dan anak-anaknya yang mau pada selesai sekolah, Pak Jamal ini cukup santai dan tidak lagi memiliki beban berat untuk urusan penghasilan. Hari-harinya diisi dengan menginspirasi para tetangganya untuk banyak memberikan kontribusi untuk lingkungan. Para tetangganya senang untuk datang ke halaman rumah Pak Jamal yang tenang, sekedar menyeduh kopi dengan dispenser air panas yang tersedia di gazebo yang sengaja dibuat untuk tempat berbincang-bincang. Saya menemuinya pagi ini di tengah aktivitas olahraga pagi. Jalan menelusuri kampung.

Pak Jamal, mantan LPM Cibangkong

Seperti biasa, setiap pertemuan Pak Jamal meminta update perkembangan di Kota Bandung. Bertanya kabar tentang si fulan dan fulanah, seolah-olah saya adalah petugas sensus yang paham segala perkembangan di Kota Bandung. Begitulah beliau, yang pintar mendudukkan orang pada situasi yang terhormat. Beliau duduk seperti seorang pelajar sedang meyerap ilmu. Dengan santai, mendengar dan menanggapi Pak Uu yang banyak memberikan informasi tentang warga A yang sedang sakit, si B yang kemarin mendukung caleg fulan dan lain-lain. Banyak ‘petuah’ yang diberikan oleh Pak Uu, seorang petugas sampai yang ceplas ceplos bicaranya.

O ya, Pak Uu adalah tetangga sebelah Pak Jamal, yang rumah mungilnya tepat di hadapan pintu samping halaman Pak Jamal. Kami ngobrol di halaman sambil memperhatikan warung Pak Uu yang masih tutup. Pak Uu baru saja beristirahat sejenak setelah mengangkut 4 balikan sampah di roda sampah ajaibnya. Roda sampah tersebut nampaknya sudah rusak, tapi Pak Uu menolak ketika Pak RW mau memperbaikinya karena katanya itu roda ‘karuhun’. Sehari, Pak Uu mengangkut sampah 6 kali, katanya hari ini berhenti lebih awal karena ada seorang tokoh masyarakat yang baru tadi malam meninggal. Beliau berniat mengantar jenazahnya sampai ke pemakaman keluarga almarhum di Cililin.

Pak Uu dengan roda sampahnya

Bisa dibayangkan, jika Pa Uu sehari mengangkut sampah 6 roda dari 1 RW saja, maka berapa banyak sampah yang dihasilkan dari seluruh Kota Bandung yang jumlah RW nya sampai 1500an lebih? “Tiap hari luasnya seluas lapangan bola dengan ketinggian 75 cm!” kata Kang Gungun, Direktur Umum PD Kebersihan Kota Bandung. Luar biasa bukan? sampah telah menjadi masalah pelik di Kota Bandung, karena produksi sampah yang luar biasa sementara Kota Bandung tidak memiliki lahan sendiri untuk pembuangan. Sanitary Land Fill Sarimukti di Kabupaten Bandung telah hampir penuh, dan urusan dengan TPA Legoknangka di KBB menyebabkan anggaran pembuangan dan transportasi yang tidak sedikit membebani APBD Kota Bandung. Sementara Gerakan Kangpisman yang digelorakan di Kota Bandung belum menunjukkan dampak yang signifikan walaupun pencapaiannya telah menjadikan Kota Bandung mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat karena inovasi kebijakan pengurangan sampah yang sudah dibuat. Pak Uu tentu saja termasuk orang yang istimewa, sedikit orang yang mau dengan ikhlash menangani sampah-samppah penduduk dan setia mengangkutnya ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara).

“Baru kemarin saya bilang ke Pa Jamal, pengen main ke rumah Pak Iwan”, sapa Pak Uu dalam bincang pagi kami, eeh alhamdulillah sekarang ketemu, ujarnya diikuti ketawa yang menunjukkan gigi ompongnya. “Saya mah berharap, dewan teh bukan yang datang pas perlunya aja, tapi mau ngumpul bareng-bareng kita, biar merakyat, tau apa yang dirasakan masyarakat saat ini”, sambungnya. Saya manggut-manggut saja, berharap bisa jadi orang seperti yang diharapkan Pak Uu.

Pak Uu sedang ngasih wejangan

Obrolan berlanjut kesana kemari, menceritakan pengalaman Pak Uu yang setiap 5 tahun perhelatan Pemilu selalu bertugas menjadi penjaga keamanan. “Kemarin mah Pemilu yang paling capek Pak, tapi alhamdulillah lah kalo temen-temen dari partai bapak mah luar biasa mensupportnya, bagi-bagi konsumsi teruuus, sampai saya juga bawa ke rumah saking banyaknya.” Sesekali Pak Jamal menimpali Pak Uu dan menambahkan satu dua pendapat Pak Uu. Seru sekali percakapan pagi ini, tidak lupa Pak Uu menunjukkan rumahnya yang direhab atas bantuan kader kami, ini warung juga udah 5 kali pak dibantu, alhamdulillah, mudah-mudahan bisa memperbaiki nasib kami, tutupnya. Obrolan ditutup setelah kami bersepakat untuk bertakziah ke rumah tokoh yang baru saja wafat. Obrolan singkat yang memiliki makna, ternyata nasihat itu tidak selalu yang didapat dari mimbar ceramah, dari percakapan sederhana saja, itu bisa kita temukan. Banyak.

[iher 4 Sep]
Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close